pendidikan islam sebagai sistem


PENDAHULUAN
 
Seringkali orang menyatakan “Negara ini adikuasa” bangsa itu mulia dan kuat. Tak ada seorangpun yang berpikir mengintervensi negara tersebut atau menoneksinya karena kedigjayaan dan keperkasaannya. Dan elemen kekuatan adalah kekuatan ekonomi, militer teknologi dan kebudayaan namun yang terpenting dari ini semua adalah kekuatan manusia, karena manusia adalah sendi yang menjadi pusat segala elemen kekuatan lainnya. Tak mungkin senjata bisa dimanfaatkan, meskipun canggih bila tidak ada orang yang ahli dan pandai menggunakannya. Kekayaannya meskipun melimpahkan, akan menjadi mubazir tanpa ada orang yang mengatur dan mendayagunakannya untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat. Dari titik tolak ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa umat Islam haruslah memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan pembinaan individu untuk mencapai umat terbaik fiddunya wal akhirah.














PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SISTEM
Pengertian Pendidikan Islam
a.       Definisi Pendidikan Menurut para Ahli
 diantaranya adalah : Menurut Juhn Dewex, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dia hidup (A. Yunus, 1999 : 7) Menurut Frederick J. MC. Donald, Pendidikan adalah suatu
proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabi’at (behaviour)
. Manusia yang dimaksud dalam behaviour adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh seseorang (A. Yunus, 1999 : 7, 8)
   b. Definisi Pendidikan menurut Islam
 Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori-teori tentang pendidikan. Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori (Nur Uhbiyati, 1998). Dalam al-Qur’an tidak ditemukan kata al-tarbiyah, namun terdapat istilah lain seakar dengannya, yaitu al-rabb, rabbayani, murobbu, yarabby dan rabbaniy. Sedangkan dalam hadis hanya ditemukan kata rabbany. Menurut Abdul Mujib masing-masing tersebut sebenarnya memiliki kesamaan makna, walaupun dalam konteks tertentu memiliki perbedaan.
Istilah lain dari pendidikan adalah ta’lim merupakan masdar dari kata a’ilama yang berarti pengajaran yang bersifat pemberian  atau penyampaian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :   
”Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. Al Baqarah ayat 31) 



Ruang Lingkup Pendidikan Islam
Pendidikan sebagai ilmu yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas. Karena didalamnya banyak segi-segi atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan Islam sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan islam adalah sebagai berikut :
 1)Perbuatan mendidik itu sendiri Maksudnya adalah seluruh kegiatan, tidnakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu menghadapi / mengasuh anak didik.
2)Anak didik (murid); yaitu merupakan obyek terpenting dalam pendidikan Islam
3)Dasar dan tujuan pendidikan Islam; yaitu landasan yang menjadikan fundamen dan sumber dari segala kegiatan pendidikan Islam yang dilakukan
 4)Pendidikan; yaitu obyek yang melakukan pendidikan Islam
 5)Materi pendidikan Islam; yaitu bahan, atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama
 6)Metode pendidikan Islam; yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidikan untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam kepada anak didik
7)Evaluasi pendidikan; yaitu menurut cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik
 8)Alat-alat pendidikan Islam; yaitu alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan Islam agar tujuan pendidikan Islam tersebut lebih berhasil 
9)Lingkungan sekitar atau milieu pendidikan Islam; yaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan Islam
Konsep Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan. Karena itu kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan. Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya pelari dan curare berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman romawi kuni di Yunani. Yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.
Sedangkan dalam bahasa arab biasa diungkapkan dengan manhaj yang berarti jalan yang terang yang dilalui manusia pada berbagai bidang kehidupan.
Dalam pengertian selanjutnya kurikulum tidak hanya terbatas pada program pendidikan namun juga dapat diartikan menurut fungsinya :
 1)Kurikulum sebagai program studi
 2)Kurikulum sebagai konten
 3)Kurikuluem sebagai kegiatan berencana
4)Kurikulum sebagai hasil belajar
5)Kurikulum sebagai reproduksi kultural
6)Kurikulum sebagai pengalaman belajar
7)Kurikulum sebagai peoduksi  Mengingat bahwa fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka hal ini berarti bahwa sebagai alat pendidikan, kurikulum memiliki bagian-bagian penting dan penunjang yang dapat mendukung operasinya dengan baik. Bagian-bagian ini disebut komponen yang saling berkaitan berinteraksi dalam upaya mencapai tujuan.
Menurut Hasan langgulung Ada 4 komponen utama kurikulum yaitu :
 1).  tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan itu
 2). pengetahuan (knowledge) informasi-informasi, data-data, aktifitas-aktifitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum
3).  Metode dan cara-cara mengajar yang dipakai oleh guru-guru untuk mengajar dan memotivasi murid untuk membawa mereka ke arah yang dikehendaki oleh kurikulum.
 4). Metode dan cara penilaian yang dipergunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum dan hasil proses pendidikan yang direncanakan kurikulum tersebut. 
                Kurikulum yang baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan islam adalah yang bersifat integrated dan komprehensif serta menjadikan al Qur’an dan hadits sebagai sumber utama dalam penyusunannya. Al Qur’an dan hadits merupakan sumber utama pendidikan islam berisi kerangka dasar yang dapat dijadikan sebagai acuan operasional penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam.
PENUTUP
            Sebagai penutup dalam penulisan makalah ini, penulis menyimpulkan segala apa yang penulis bahas di atas agar dapat dengan mudah memberikan gambaran tentang isi makalah ini secara keseluruhan.
 1.Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
    a.pengertian pendidikan Islam adalah pendidikan yang berdasarkan Islam
      b.Tujuan pendidikan Islam adalah sebagai berikut :
         Sebagai Hamba Allah
         Manusia yang baik
         Manusia yang berakhlak mulia
         Manusia sempurna
     c.Ruang lingkup pendidikan islam adalah :
        Perbuatan mendidik
        Pendidik (guru) 
        Dasar dan tujuan pendidikan islam
        Anak didik (murid)
        Materi pendidikan Islam
        Metode pendidikan islam
        Evaluasi pendidikan 
        Alat-alat pendidikan Islam
d.Konsepsi kurikulum adalah : kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan  dalam suatu sistem pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

 Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam,PT. Remaja Rosda Karya : Bandung, 2001
 Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan Islam,CV. Pustaka Setia, Bandung, 1998
Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan,Jakarta: Pustaka Al-husna, 1989

Komentar