Pemamfaatan Hasil Supervisi Pendidikan Pengumpulan Data

MAKALAH
SUPERVISI
Tentang:
Pemamfaatan Hasil Supervisi Pendidikan
Pengumpulan Data
Description: Muhammadiyah warna
Oleh :
musli afrizona rahmad
Dosen Pembimbing :
Murisal.Mpd

FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH  SUMATERA BARAT

 
2012 M
Pendahuluan
Alhamdulillah segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, shalawat beserta salam kita hadiahkan kepada Rasullah SAW..
Kami pemakalah mengucapkan terimah kasih kepada semua teman-teman atas bantuan dan dorongan kepada kami, terkhusus kepada Dosen pembimbing mata kuliah Supervisi sehingga kami pemakalah dapat menyelesaikan makalah ini.
Harapan kami selaku penyusun makalah ini kita semua dapat memetik ilmu yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
Rumusan Masalah:
1.      Manfaat Hasil Evaluasi
2.      Konsep Evaluasi
3.      Fungsi Evaluasi
4.      Pengumpulan Data dan Pengolahan Hasil Belajar













A.Manfaat Hasil Evaluasi

Setelah guru melaksanakan pengolahan data evaluasi pembelajaran baik secara manual maupun secara otomatisasi dengan menggunakan bantuan program computer, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah guru melaporkan hasilnya kepada pihak-pihak terkait (stakeholders).
Laporan biasanya terlaksana pada akhir catur wulan, akhir semester atau akhir tahun ajaran

Manfaat Laporan Hasil Evaluasi
Menurut Arikunto (2002) menyatakan bahwa laporan tentang hasil evaluasi pembelajaran bermanfaat bagi siswa sendiri, guru yang mengajar, guru lain, petugas lain di sekolah, orang tua siswa, dan pengguna lulusan.
Bagi siswa hasil evaluasi adalah  sebagai support baginya atas jerih payahnya yang selama ini dilakukan.
Evaluasi yang dilakukan pada saat akhir jenjang kelulusan, tidak hanya siswa sendir itetapi orang tua siswa, guru, bahkan guru lain pun ikut sibuki mempersiapkan betul baik secara fisik maupun mental, agar kelak anak didiknya lulus dan mendapatkan nilai yang bagus.
Bagi guru yang mengajar, merupakan umpan balik bagi guru atas jerih payahnya selama ini dalam proses belajar mengajar, guru akan selalu mencatat perkembangan nilai siswa-siswinya dengan catatan disitulah guru akan mengetahui perkembangan siswa-siswinya di posisi mana pelajaran  yang sudah, kurang, dan belum dikuasainya.

 Daftar nilai disimpan oleh guru merupakan hal yang masih bersifat rahasia, tetapi jika sudah dilaporkan dalam rapot atau STTB merupakan hal yang bersikap terbuka dan tetap.
Bagi guru lain, terkadang guru dipindahkan ke sekolah lain dan digantikan oleh guru pengganti, atau siswa karena suatu hal berpindah ke sekolah lain atas permintaan pribadi atau orang tua berpindah ke tempat/kota lain hal ini akan sangat bermanfaat bagi guru pengganti untuk mengetahui di posisi mana siswa tersebut berada.
Kadang standar masing-masing guru berbeda-beda dalam memberikan nilai, tetapi dengan berjalannya waktu, guru pengganti/guru lain akan mengetahui dengan cepat berdasarkan laporan nilai sebelumnya.
Petugas lain di sekolah, misalnya; kepala sekolah/wali kelas/guru bimbingan dankonseling (BP), laporan hasil evaluasi akan sangat bermanfaat.
 Bagi kepala sekolah dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan, sebagai bahan untuk mensupervisi guru, dan laporanke atasan, sedangkan bagi wali kelas dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan apakah siswa perlu dibantu/tidak, memotivasi belajar, memotivasi untuk meningkatkan bakat, minat, serta prestasi siswa.
Guru BP, biasanya akan memanggil siswa yang mempunyai prestasi kurang baik atau siswa yang berperilaku buruk di lingkungan sekolah, guru BP-lah yang akan membina dan untuk mengetahui apa penyebabnya, bahkan apa harus memanggil orang tua siswa
Manfaat bagi orang tua siswa adalah sebagai umpan balik penyandang dana atau penanam investasi, selain itu, orang tua akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya keadaan putra-putrinya atas kerja kerasnya selama ini di sekolah.






Bagi pengguna lulusan, setiap siswa yang lulus dari suatu jenjang pendidikan sudahmemiliki pengetahuan serta ketrampilan tertentu. Dengan gambaran nilai yang sudah dilaporkan,
Adapun secara khusus,fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan terdiri dari tiga yaitu
1.      Segi Psikologi
Dalam segi ini dapat kita lihat dalam dua sisi yaitu sisi 
a.       Pendidik
Bagi pendidik akan memberikan kepastian atau ketetapan pada diri seorang pendidik sejauh mana usaha yang telah dilakukannya sudah berhasil atau belum, sehingga pendidik secara psikologi punya pedoman atau pegangan untuk mengetahui- langkah apa saja yang harus dilakukan untuk selanjutnya
b.      Dan peserta didik
Bagi siswa akan memberikan pedoman atau pegangan sejauh mana kemampuan mereka apakah termasuk siswa yang berkemampuan tinggi,  menengah atau rendah.

2.      Segi Didaktik
Bagi pendidik secara didaktik evalusi pendidikan mempunyai 4 macam fungsi:
1)      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) siswa.
2)      Memberikan informasi penting untuk mengetahui kemampuan siswa.
3)      Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi siswa yang mempunyai masalah.
4)      Memberi petunjuk sejauh mana tercapainya pengajaran yang  dilakukaan .

Bagi peserta didik:
Memberi motivasi siswa untuk memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasinya.

3.      Segi Administratif
Mempunyai tiga macam fungsi:
1)      Memberikan laporan.
2)      Memberikan keterangan (data).
3)      Memberikan  gambaran hasil belajar siswa.












B.KONSEP EVALUASI
Kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan, proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, penilaian lebih menekankan pada penggunaan hasil pengukuran untuk penentuan keputusan.
1.       Pentingnya pembelajaran merupakan inti dan muara segenap proses pengelolaan pendidikan, kualitas sebuah lembaga pendidikan hakikatnya diukur dari: kualitas proses pembelajarannya, output dan outcome yang dihasilkan, oleh karena itu kriteria mutu dan keberhasilan pembelajaran seharusnya dibuat secara rinci, sehingga benar-benar measurable and observable (dapat diukur dan diamati).

2.      Keberhasilan pembelajaran mengandung makna ketuntasan dalam belajar dan ketuntasan dalam proses pembelajaran, artinya belajar tuntas adalah tercapainya kompetensi yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, sikap, atau nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

3.       Kriteria keberhasilan patokan ukuran tingkat pencapaian prestasi belajar yang mengacu pada kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ditetapkan yang mencirikan penguasaan konsep atau ketrampilan yang dapat diamati dan diuku

4.      Indikator acuan penilaian untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai kompetensi. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 75%. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator sendiri

 C.FUNGSI EVALUASI
1.      Menentukan keberhasilan peserta didik, program pendidikan, satuan pendidikan.
2.       Menilai pelaksanaan dan efektivitas program pendidikan/pembelajaran.
3.       Menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan program dan/atau satuan pendidikan.
4.       Memotivasi peserta didik









Pengumpulan Data dan Pengolahan
Hasil Belajar
Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik, standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
  1.  Tujuan Penilaian Pembelajaran.
Mendeskripsikan kecakapan belajar para peserta didik sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya, mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, menentukan tindak lanjut hasil penilaian, memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pemangku kepentingan.
  1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik, untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar, untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan, untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar. untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite satuan pendidikan tentang efektivitas pendidikan, untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang digunakan.
  2. Prinsip Penilaian Pembelajaran Sahih, yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur, objektif, yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Adil, yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Terpadu, yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran.
  3. Terbuka, yakni prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Sistematis, yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Beracuan kriteria, yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Akuntabel, yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
  4. Kompetensi: adalah seperangkat pengetahuan, sikap, keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh siswa dalam melaksanakan tugas kehidupannya.
  5. Mencakup penilaian a.l. : Sikap, Tingkah Laku, Minat, Emosi dan Motivasi, Kerjasama, Koordinasi dari setiap siswa. Dilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung secara terus menerus. Pada umumnya dilakukan secara non-ujian (misalnya; untuk mengetahui siapa siswa yang bisa dipercaya, siapa siswa yang disiplin, siapa yang berminat ke jurusan Ilmu Sosial atau Ilmu Alam dll. Setiap informasi yang diperoleh dikumpulkan dan disimpan sebagai referensi dalam penilaian berikutnya. Penilaian afektif dibagi atas penilaian afektif secara umum (budi pekerti) dan penilaian afektif per matapelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Anas Sudijono. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Grafindo Persada









































Komentar