AL-KUTTAB

LEMBAGA – LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Lembaga-lembaga pendidikan Islam adalah merupakan hasil pikiran setempat yang dicetuskan oleh kebutuhan-kebutuhan sesuatu masyarakat Islam dan perkembangannya yang digerakkan oleh jiwa islam  dan berpedoman kepada ajaran-ajarannya dan tujuan-tujuannya.
Diantara lembaga-lembaga pendidikan islam yang penting adalah : al-Kuttab, Mesjid, Darul-hikmah, Darul-ilmu, Madrasah, Bimaristan, Khawanik, Zawaya, al-Rabth, Halaqatud-dars, dan Duwaru- kutub.

1.      AL-KUTTAB

Al-Kuttab merupakan lembaga pendidikan islam yang terlama. Al-Kuttab ini didirikan oleh orang Arab pada masa Abu Bakar dan Umar, yaitu sesudah mereka melakukan penakhlukan-penakhlukan dan sesudah mereka mempunyai hubungan dengan bangsa-bangsa yang telah maju.
Al-Kuttab ini memegang peranan penting dalam kehidupan Islam karena mengajarkan Al-Qur’an bagi anak-anak diangggap  satu hal yang amat perli, sehingga kebanyakan para Ulama berpendapat mengajarkan Al-Qur’an bagi anak-anak semacam fardhu kifayah, di samping itu Nabi sendiri menyatakan bahwa belajar itu sangat perlu, sehingga beliau mewajibkan tiap-tiap tawanan perang Badar untuk mengajarkan dua belas orang anak orang-orang Islam sebagai tebusan perang.
Al- Kuttab telah tersebar luas dengan tersebar luasnya agama Islam diseluruh pelosok negri, dan pembentukan al-Kuttab untuk mengajarkan Al-Qur’an, membaca, menulis dan agama, dianggap sebagai pekerjaaan yang paling mulia dan terhoramat di sisi Tuhan, sehingga kebanyakan berlomba-lomba untuk mendirikannya. Prof. Khuda Bakhsh mengatakan berkembang secara biasa tanpa campur tangan pemerintah. Pendidikan dasar ini bukanlah satu macam pendidikan ini telah timbul dari fihak perorangan secara spontan pada masa-masa Islam yang telah lalu, maka oleh karena itu al-Kuttab telah terdapat di setiap desa baik ia didirikan dismaping mesjid ataupun bukan.
Pendidikan pada al-Kuttab adalah semua orang, disitu belajar anak-anak orang kaya dan miskin. Para guru dilarang membeda-bedakan diantara anak-anak orang kaya dan miskin dalam belajar, karena system pendidikan Islam adalah menganut system demokrasi , disana tidak ada golongan dalam belajar.

2.      MESJID DAN JAMI’

Mesjid dapat dianggap sebagai lembaga ilmu pengetahuan yang tertua dalam islam, dalam mesjid inilah dimulai mengajarkan Al-Qur’an dan dasar-dasar agama Islam pada masa Rasulullah, disamping tugas yang utama untuk menunaikan sembahyang dan beribadat.
Mesjid dan Jami’ berfungsi sebagai sekolah menengah dan perguruan tinggi dalam   yang sama. Mesjid merupakan tempat yang utama untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu lainnya, dan pendidikan biasanya diberikan secara Cuma-Cuma di sekolah-sekolah, dan disamping itu disertai pula dengan hadiah-hadiah dan pemberian-pemberian. Diantara mesjid-mesjid yang terkenal sebagai tempat belajar adalah :
a.    Jami’ Umar bin ‘Ash, Ia digunakan sebagai tempat belajar mulai tahun 36 H. Mula-mula disini diajarkan pelajaran agama dan budi pekerti, kemudian pendidikan disitu menjadi luas secara berangsur-angsur dengan di tambahkan beberapa mata pelajaran.
b.    Jami’ ahmad bin thulun. Mesjid ini sempurna didirikan pada tahun 256 H. Ulama dan fuqaha’ mulai mengajar, kemudian pendidikan disitu terus berkembang sehingga melengkapi pelajaran fiqih, hadis, Al-Qur’an dan ilmu kedokteran.
c.    Masjid al-Azhar. Mesjid ini dianggap sebagai lembaga ilmu pengetahuan islam yang termasyhur. Pada waktu sekarang ini Universitas al-Azhar bukan lagi merupakan lembaga pendidikan agama, akan tetapi dia disana telah terdapat berbagai-bagai fakultas untuk pandidikan umum.

Belajar disitu tidak terikat dengan umur, jenis kelamin atau keahlian. Namun demikian pelajar-pelajar di sana dapat dibagi dalam dua buah kategori yaitu:
a.       Murid-murid yang terdaftar untuk belajar di situ, dan mereka ini senantiasa belajar disana kecuali sesudah tamat belajar dan sudah memperoleh ijazah dari guru yang khusus. Mereka ini belajar disana untuk beberapa tahun lamanya, sejak dari pagi-pagi benar dan belajar sepanjang hari di sana.
b.      Pelajaran-pelajaran pendengar yang tidak terdaftar. Mereka pergi kesana untuk mendengar beberapa mata pelajaran,seperti orang pergi mendengar ceramah-ceramah umum tanpa terikat dengan kurikulum pelajaran yag tertentu.
3.      DUWARUL HIKMAH DAN DUWARUL ILMI

Menurut keterangan dari Al-Maqrizi bahwa Darul Hikmah di Mesir pada tahun 395 H, dan disitulah berkumpul para fuqaha’, dan kesitu pulalah dibawa kitab dari Istana-istana untuk dibaca dan dipelajari oleh orang-orang yang berkeinginan untuk memperoleh ilmu pengetahuannya. Disitulah berkumpul para ahli Nahwu, ahli bahasa dan dokter-dokter dengan mendapat pelayanan dari pelayan-pelayan dari   bekerja disitu. Dalam Darul Hikmah ininlah terdapat kitab-kitabyag disuruh angkut oleh Al-Hakim Biamrillah dari istana dalam jumlah yang besaryang berisi selain yang tersebut diatas, ilmu sastra dan tulisan-tulisan tangan yang pernah dipunyai oleh raja-raja lain.
Lembaga ini adalah mirip, dengan universitas dewasa ini,disana belajar segolongan pelajar dari bermacam-macam ilmu pengetahuan secara mendalam dan pikiran yang bebas. Adanya hubungan yang erat diantara perpustakaan dengan lembaga-lembaga ini merupakan faktor yang besar untuk mencapai tujuan ini.

4.      MADRASAH

Madrasah adalah satu jenis yang lain dari lembaga pendidikan tinggi, dan ia mulai muncul pada akhir abad ke IV H.
Munculnya madrasa-madrasah yang banyak dalam abad ini telah merupakan satu alat menyatakan satu sikap baru dalam berfikir dan untuk melahirkan gelora semangat keagamaan yang meluap-luap pada masa ini, sehingga terjadinya perang salib diantara umat Islam dan Kristen. Madrasah-madrasah tersebut tersebar hampir diseluruh dunia Islam untuk memperkuat mazhab ahlussunnah dengan cara memberi perhatian yang besar terhadap mempelajri ilmu fiqh yang terdapat didalam  empat buah mazhab.
Madrasah itu tida berbeda dari Mesjid atau Jami’, baik dari segi bangunan, tugas maupun tujuannya. Hanya madrasah itu lebih lengkap persiapannya untuk study dan tempat tinggal bagi pelajar-pelajar yang belajar secara full timer.
Salah seorang pengeliling dunia yang bernama Ibn Jubair menjelaskan kepada kita tentang madrasah di Bagdad. Terutama madrasah al-Nizhamiyah sebagai berikut. Jumlah madrasah di bagdad mencapai 30 buah, dan semuanya melebihi keindahan istana-istana.
Ibn Bathutah mengatakan pula tentang madrasah di Damaskus sebagai berikut. Setiap mazhab ahlussunnah yang empat itu mempunyai bukan satu madrasah saja, akan tetapi beberapa madrasah.
Al-Madrasah al-Mustanshiriyah yag dibangun oleh khalifah Al-Mustansir di Bagdad abad ke XIII M, merupakan madrasah yang terindah di dunia Islam.

5.      AL-KHAWANIK, AZZAWAYA DAN ARRABTH

Al-Khawanik ini lebih tersebar luas dan lebih berperan dari Az-Zawaya dan Ar-Rabth  Al-maqrizi mengatakan tentang salah satu dari Al-Khawanik yang disana telah diatur beberapa mata- pelajaran, diantaranya adalah empat mata-pelajaran untuk fuqaha’ empat mazhab, beberapa pelajaran mata-pelajran hadist nabi, beberapa mata-pelajaran untuk membaca A-Qur’an dalam tujuh buah riwayat.
Adapun Zawiyah menyerupai khanqah dari segi tujuan. Akan tetpai Zawiyah ini lebih kecil dari Khanqah, dan dibangun untuk orang-orang tasawuf yang faqir supaya mereka yang dapat belajar dan beribadat.
Menurut pengertian yang diberikan oleh Al-Maqrizi yang dimaksudkan dengan ARRABTH ialah rumah-rumah orang shufi dan tempat tinggal mereka yang didiami oleh sejumlah yang terbatas dari para fuqara’yang mengasingkan diri yang tidak mempunyai keluarga dan mempersiapkan diri mereka untuk belajar dan beribadat semata-mata.


6.      AL-BIMARISTAN
Orang-orang islam mendirikannya untuk mengobati orang-orang sakit dengan cara gratis dan untuk mempelajri ilmu kedokteran secara praktis. Menurut keterangan dari Al-Maqrizi orang yang mula-mula membangun al-Bimaristan dan rumah sakit adalah Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 88H.

7.      HALAQATUD DARS DAN AL-IJTIMA’AT AL-‘ILMIYAH

Salah satu ciri dari system pendidikan islam ialah mudah dan elastis, dan sebagai bukti untuk itu ialah terdapat Halaqatud dars dan ijtima’at al-‘ilmiyah dimana” bertujuan untuk menyebarkan ilmu.




8.      DUWARUL KUTUB

Duwarul Kutub dikatakan juga perpustakaan” yang besar yang memegang peranan penting dalam mensukseskan tugas” lembaga” pendidikan tersebut dalam bentuk yang lebih sempurna, dan juga membantu berlangsungnya terus pelajaran, prestasi, penelitian perorangan, serta memudahkan cara” memperoleh pendidikan bagi orang bnyak.
Al-Maqrizi menyebutkan perpustakaan” yang didirikan disamping mesjid” dan darul-hikmah yag dibuka bagi pra peminatnya yang terdiri dari para pembaca dan menyalin bermacam” cabang ilmu pengetahuan, dimana di dlamnya juga di sediakn tinta dan kertas tulis
Ibnu Qufthi menjelaskan pula tentang adanya sebuah perpustakaan yang berisi buku” tentang ilmu ukur dan falak yang berjumlah 6.500 buah. Dan juga terdapat bola bumi , sebuah diantaranya kepunyaan Batheleimus dan satu lagi kepunyaan Abu Hasan al-As-shufi ;keduanya berharga 3000 dinar.
Yqut dalam bukunya al-Mu’jam menjelskan bahwa di Karkar disekitar al-Qansh terdapat setepak tanah yang berharga kepunyaan Ali bin Yahya bin al-Munjim, yang padanya didirikan sebuah istana yag besar dan didalam nya terdapat juga perpustakaan yang besar pula yang mana perpustakaan tersebut dibri nama “Khazanatul Hikmah”.
Kesemuanya itu sangat berhubungan dengan pendidikan dan Islam.yang mana Ringkasnya lembga” pendidikan islam telah menunjukkan bahwa ia telah memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama.

Komentar