Masa Pranatal (pengertian, ciri-ciri dan perkembangan pada masa Pranatal)



TUGAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Masa  Pranatal
(pengertian, ciri-ciri  dan  perkembangan pada masa Pranatal)

logo Muhammadiyah UMSB

Di susun oleh ;
M. SETIAWAN .K
musli afrizona rahmad

Dosen Pembimbing ;
IMEL PUTRI DEWITA, MA


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH SUMATERA BARAT
1433 H / 2011 M     


 PENDAHULUAN

Bismillahirrohmanirohim.
Segala puji-pujian kami ucapkan hanya kepada Alloh, Azza wa Jalla, dan sholawat beriring salam disampaikan jua kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa ummat manusia dari alam kejahilan kepada alam yang penuh dengan cahaya hidayah dan ilmu pengetahuan yang telah kita rasakan manfaatnya pada saat ini dan yang akan datang.
Penulis bersyukur padaNYA, dan berterimakasih kepada dosen dan rekan-rekan yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, dan tak lupa pula penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca semua agar kedepannya kami dapat memberikan tulisan-tulisan yang lebih baik dan bermanfaat besar bagi kita semua ,aamiin.












   PEMBAHASAN
A.    Pengertian Masa Pranatal
Masa Pranatal adalah masa konsepsi atau masa pertumbuhan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan individu yaitu pada saat pembuatan telur pada ibu oleh spermazoa pada ayah, bila spermatozoa pada laki-laki memasuki ovum pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan, terjadinya pembuahan semacam ini biasanya berlangsung selama 280 hari, perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur tubuh. Ilmu pengetahuan empiris baru mengetahui adanya sel telur dan sel sperma pada abad ke 17 yaitu setelah van leewenhoef berhasil menciptakan lensa pembesarnya, akan tetapi ilmu samawi ( pengetahuan yang didapat melalui wahyu Allah ) telah mengetahui adanya sel telur dan sperma sejak abad ke 7 yang di istilahkan dengan nutfah.

B.     Ciri-Ciri Pranatal
Meskipun relatif singkat, periode pranatal mempunyai enam ciri penting, masing-masing ciri mempunyai akibat yang lambat pada perkembangan selama rentang kehidupan. Ciri-ciri itu adalah :
1.      Pada saat ini sifat-sifat bauran, yang berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya, diturunkan sekali untuk selamanya.
2.      Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang.
3.      Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan pembuahan.
4.      Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode pranatal dibandingkan pada periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu.
5.      Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis.
6.      Periode pranatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap yang baru diciptakan.

C.    Bagaimana Kehidupan Mulai
Kehidupan baru mulai dengan bersatunya sel seks pria dan sel seks wanita. Sel-sel seks pria, spermatozoa diproduksi dalam gonad (alat-alat reproduksi) pria yaitu testes, sedangkan sel-sel seks wanita, ovum diproduksi dalam gonad wanita yaitu indung telur (ovarium). Sel-sel seks pria dan wanita mengandung kromosom, yang mana setiap selnya memiliki 23 kromosom dan masing-masing kromosom mengandung gen yaitu pembawa keturunan. Gen adalah partikel yang ditemukan dalam kombinasi dengan gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di dalam kromosom. Semua sel-sel seks pria dan wanita mengalami tahap permulaan perkembangan. Sel-sel seks pria melalui dua tahap yaitu pematangan dan pembuahan, sedangkan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap yaitu pematangan, ovulasi dan pembuahan.
1.      Pematangan, Pematangan adalah proses pengurangan kromosom melalui pembelahan sel, dimana satu kromosom dari tiap pasangan mencari sel yang belum selesai terbelah, yang selanjutnya akan terbelah menurut panjangnya dan membentuk dua sel baru.
2.      Ovulasi, Ovulasi adalah tahap pendahuluan perkembangan yang terjadi hanya pada sel-sel seks wanita. Ovulasi adalah proses lepasnya satu telur yang matang selama siklus haid.
3.      Pembuahan, Pembuahan (fertilization) biasanya terjadi sementara ovum masih berada dalam tuba Falopi, atau lebih spesifik lagi umumnya pembuahan terjadi dalam dua belas sampai ketiga puluh enam jam dan biasanya terjadi pada dua puluh empat jam pertama setelah sel-sel telur memasuki tuba.



D.    Pentingnya Kehamilan
Empat kondisi penting saat kehamilan yang mempengaruhi perkembangan individual selanjutnya, yang mana peranan masing-masing kondisi akan menjelaskan mengapa saat hamil merupakan periode yang paling penting dalam rentang kehidupan.

1.      Sifat Bawaan
Peristiwa penting pertama pada saat kehamilan menentukan sifat bawaan individu yang baru diciptakan. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal :
a.       faktor keturunan membatasi sejauh mana indivdu dapat berkembang.
b.      sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan.
2.      Jenis Kelamin
Jenis kelamin (sex) bergantung pada jenis spermatozoon yang menyatu dengan ovum. Dua jenis spermatozoa matang diproduksi dalam jumlah yang sama yaitu 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom X dan 22 pasang kromosom ditambah satu kromosom Y, sedangan ovum yang matang hanya mengandung kromosom X. Kromosom X dan Y merupakan kromosom penentu jenis kelamin, yang mana apabila ovum dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom Y maka akan terjadi anak laki-laki sebaliknya bila dibuahi oleh spermatozoon pembawa kromosom X maka akan terjadi anak perempuan.
3.      Jumlah Anak
Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu spermatozoon hasilnya adalah satu anak, tetapi apabila terjadi telur yang dibuahi (zygote) membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel maka akan menghasilkan kembar identik (uniovular). Sedangkan apabila dua ovum atau lebih dibebaskan sekaligus dan dibuahi oleh spermatozoa yang berlainan maka akan menghasilkan kembar nonidentik (biovular atau fraternal).
4.      Posisi Urutan Anak
Forer menjelaskan pengaruh posisi urutan terhadap individu adalah : “kedudukan Anda dalam keluarga sangat mempengaruhi bagaimana Anda menghadapi masyarakat dan dunia. Sebagian besar perkembagan anak bergantung pada interaksi dengan saudara-saudaranya.



E.     Periode-Periode Perkembangan Pranatal
Periode pranatal berlangsung selama 10 bulan berdasarkan perhitungan bulan yang masing-masing panjangnya 28 hari atau 9 bulan calendar. Periode pranatal biasanya dibagi dalam tiga tahap yaitu periode zigot, embrio dan janin, masing-masing mempunyai panjang waktu yang dapat diramalkan dan ditandai dengan perkembangan khusus. Sampai awal 1940, minat psikologis periode pranatal terpusat pada kondisi fisik ibu, namun sekarang ahli psikologis tertarik untuk mengetahui pengaruh sikap-sikap tertentu dari anggota keluarga. Ada beberapa hal yang memberikan penjelasan tentang hal ini :

1.      Sumber Timbulnya Sikap
Sikap terhadap anak-anak terbentuk sejak awal kehidupan, banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap ini. Pertama, pengalaman awal masa muda menentukan perasaan mereka terhadap anak-anak dan peran mendatang sebagai orang tua. Kedua, pengalaman dengan teman-teman, baik di masa lalu maupun sekarang. Ketiga, orang tua atau nenek yang tidak mempunyai anak dan menaruh perhatian dapat berpengaruh juga. Keempat, sikap terhadap jenis kelamin dari anak yang belum dilahirkan. Kelima, pengaruh media massa cenderung mengagungkan kehidupan keluarga dan peran orang tua.
2.      Kondisi Mempengaruhi Sikap
Banyak kondisi yang mempengaruhi sikap orang tua, saudara kandung, nenek yang mempengaruhi sikap anak, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.
3.      Mapannya Sikap
Senang, tidak senang, prasangka dan sikap, sekali terbentuk cenderung mapan. Perubahan yang terjadi biasanya hanyalah bentuk modifikasi dari sikap yang ada. Perubahan sikap lebih cenderung kuantitatif daripada kualitatif. Ada dua alasan mengapa sikap-sikap itu mapan. Pertama, keyakinan individu yang menganggap sikapnya sahih dan dibenarkan. Kedua, sikap tersebut biasanya sarat dengan emosi.
4.      Efek Sikap Pada Anak-anak
Sikap ibu dan seluruh anggota keluarga dapat mempengaruhi bayi yang belum dilahirkan. Sikap-sikap yang menyenangkan akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan hal ini akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode pranatal.

F.     Bahaya Selama Periode Pranatal
Dalam periode pranatal banyak bahaya yang dihadapi. Bahaya ini bersifat fisik atau psikologi.
1.      Bahaya Fisik, Ada beberapa kondisi yang mempengaruhi bahaya fisik. Pertama, saat terjadinya atau disebut saat konsepsi. Kedua, bila kondisinya lebih kuat dari kondisi normal. Beberapa hala yang dicurigai dapat mempengaruhi perkembangan.
a.       Malnutrisi ibu, dapat merusak perkembangan normal, terutama otak janin.
b.      Usia ibu. Wanita yang lebih tua dilaporkan cenderung mempunyai bayi yang lebih kecil dan mengalami banyak komplikasi.
c.       Pekerjaan ibu.
d.      Kelahiran kembar.
2.      Bahaya Psikologis, Bahaya psikologis dapat menimbulkan akibat yang tetap pada perkembangan dan dapat tetap ada pada pascanatal. Tiga bahaya psikologis yang penting:
a.       Kepercayaan Tradisional, Kepercayaan tradisional terutama yang tidak dapat di buktikan secara ilmiah dapat dan memang mempengaruhi perlakuan orang tua kepada anak-anaknya dan seringkali mempengaruhi sikap anak yang satu terhadap yang lainnya.
b.      Tekanan Yang di Alami Ibu, Bahaya yang dialami dapat berupa keadaan emosi yang meninggi selama beberapa waktu. Tekanan ini dapat disebabkan karena rasa takut, marah, sedih, atau iri hati. Jika tekanan tersebut dialami dalam jangka waktu yang lama dan ekstrem dapat mengakibatkan anak sering sakit selama 3 tahun pertama dibanding anak yang mempunyai lingkungan janin yang menyenangkan.
c.       Sikap-sikap Yang Kurang Menyenangkan Dipihak Orang-Orang Yang Berarti. Bahaya ini meruapakan efek yang paling serius dan paling mendalam, karena sekali berkembang maka sikap itu cenderung mapan dan hanya ada sedikit perubahan atau modifikasi.
















DAFTAR PUSTAKA
Zulkifli L., Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan,.Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya.  2001.

Komentar