MAKALAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Tentang
PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI




Dosen pembimbing :
Sanah M.pdi
Oleh :
Muslih Afrizona

FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT
2011-2012
BAB I
PENDAHULUAN
    Sebagai seorang calon pendidik, kita harus mengetahui tentang perkembangan dan pendidikan anak pada usia dini. Karena awal dari segala sesuatu sangat menentukan bagaimana hasilnya nanti. Begitu juga dengan kehidupan manusia, apabila telah terjadi kesalahan dalam mendidik anak di usia dini maka itu akan mempengaruhi terhadap karakter, tingkah laku, dan masa depan anak tersebut. Agar perkembangan anak dan pembentuka karakternya bisa berjalan dengan baik maka sangat diperlukan pengetahuan mengenai hal tersebut.
    Di dalam makalah ini kami menyajikan beberapa hal tentang perkembangan dan pendidikan anak di usia dini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.














BAB II
A.    Pengertian Pendidikan
Pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu menjadi kata “mendidik”, artinya memelihara dan memberi latihan.
Pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Dalam pengertian yang agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam Dictionary of Psychologi pendidikan diartikan sebagai tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya.
B.    Pengertian Perkembangan
Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses yang menuju ke depan dan tidak dapat diulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju.
Dalam Dictionary of Psychologi dan The Penguin Dictionary of Psychologi, arti perkembangan pada prinsipnya adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme-organisme tersebut.
C.    Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Ada beberapa daya yang mendasari perkembangan anak, sehingga anak mau secara aktif mengadakan percobaan-percobaan. Ia akan berusaha mencoba segenap potensi kemampuan untuk mencari pengalaman barunya. Sebab dengan kekayaan yang dimiliki, anak akan tumbuh dan berkembang jiwanya secara cepat dan sehat.
Menurut teori dorongan (motivasi) bahwa segenap tingkah laku anak itu distimulasi dari dalam. Jika kebutuhan yang bersifat biologis atau sosio kultural tidak terpenuhi maka akan timbul ketegangan dan frustasi, maka akan terjadi keadaan tidak seimbang pada dirinya. Maka motif utama dalam kehidupan manusia adalah usaha menghilangkan segenap ketegangan dan frustasi guna mencapai keseimbangan kembali. Dan inilah yang akan mendorong semua kegiatan dan setiap proses perkembangan anak, menurut teori tersebut.
Teori dinamisme mengatakan bahwa di dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif. Organisme itu memiliki kapasitas da impuls-impuls tertentu yang dipakai untuk memobilisasi semua kemampuan, agar berfungsi dan dapat dimanfaatkan, sejalan dengan pikiran tersebut, maka anak bukan hanya mempertahankan keseimbangan dirinya secara lahir dan batin saja, tetapi juga dia justru mencari ketidakseimbangan. Ia akan selalu mencari pengalaman-pengalaman baru. Ia ingin mengadakan eksperimen, menjelajah arena-arena yang asing guna mencoba potensi yang ada pada dirinya, dan mengetes bakatnya.
Anak akan selalu melibatkan dirinya dalam kegiatan proses perkembangan dan proses realisasi untuk mencapai tujuan hidupnya. Jika mekanisme untuk merangkak pada diri anak sudah matang, maka dengan sendirinya ia akan belajar merangkak, sekalipun tidak ada rangsangan di depannya. Jika kedua kakinya sudah cukup kuat untuk menyangga tubuhnya maka ia akan berusaha berdiri sekalipun masih ada kesulitan.Jika intelektualnya sudah mulai berkembang maka anak akan mulai belajar berbicara, dan seterusnya. Yang demikian itu disebabkan anak merupakan subjek yang aktif dalam memfungsikan segenap kemampuannya dalam proses  perkembangannya.
Ada beberapa pendapat mengenai perkembangan anak usia dini, antara lain adalah :
1.    Berdasarkan biologis
1)    Pendapat aristotelesAristoteles mengatakan bahwa anak usia 0-7 tahun, berada dalam masa anak kecil atau masa bermain.
2)    Kretschmer mengemukakan bahwa anak usia 0-3 tahun berada pada tahap fullungs periode I dan kelihatan pendek gemuk.
3)    Freud berpendapat bahwa anak usia 0-1 tahun berada pada fase oral (mulut merupakan daerah pokok aktifitas dinamis), fase anal (tahanan terpusat pada pembuangan kotoran), usia 3-5 tahun berada pada fase falis (alat-alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting).

2.    Berdasarkan didaktis/instruksional
1)    Comenius berpendapat bahwa anak usia 0-6 tahun berada pada masa sekolah ibu (scola materna).
2)    Rousseau mengatakan bahwa anak umur 0-2 tahun berada pada masa asuhan dan pada umur 2-12 tahun berada pada masa pendidikan jasmani dan latihan panca indera.
3.    Berdasarkan psikologis
1)    Piaget mengataka bahwa anak usia 0-2 tahun  berada pada fase senso-motorik. Pada usia 2-7 tahun berada pada fase pra-operasional.
2)    Masa estetika merupakan masa perkembangan anak yang terutama adalah fungsi panca inderanya dan dalam eksplorasi dan belajarnya dalam menggunakan panca indera. Pada masa inilah muncul gejala kenakalan, yang umumnya terjadi pada umur 3-5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang tua, menggunakan kata-kata kasar, dan dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkansemangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya. Orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan.
Sangat diperlukan sikap bijaksana dalam mendidik anak pada usia ini. Artinya, bukan sikap yang ekstrim baik ekstrim menekan maupun ekstrim memanjakan.Jika sekiranya pendidik memaksakan pendiriannya sendiri dengan memakai kekerasan dan kekuasaan oleh sebab dia lebih kuat maka anak itu akan mengalah dan tunduk dengan pendapat orang dewasasedang kemauannya sendiri lenyap tak berkembang.anak yang demikian itu nantinya tak akan punya inisiatif, tanpa kemauan.
Sebaliknya, jika anak dituruti saja apa kehendaknya, atau dibiarkan saja berbuat sesukanya, dengan maksud untuk menghindarkan persengketaan antara dia dan orang dewasa. Maka hal ini hanya merupakan pengunduran saja daripada sengketa itu, yang kelak akan timbul lagi dengan lebih hebat. Sebab bagaimanapun juga anak harus belajar menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku, dia harus belajar memberi, tidak hanya menerimadan meminta saja, sebab dalam kehidupan bersama itulah yang terjadi, yaitu : “take and give”.








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan.
Perkembangan menunjukkan suatu proses tertentu, yaitu suatu proses yang menuju ke depan dan tidak dapat diulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Perkembangan menunjukkan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat tetap dan maju.
Sangat diperlukan sikap bijaksana dalam mendidik anak pada usia ini. Artinya, bukan sikap yang ekstrim baik ekstrim menekan maupun ekstrim memanjakan. Tetapi sikap yang memberikan kebebasan bersikap bagi anak namun tetap sesuai dengan norma-norma yang berlaku.











DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, abu dan sholeh munawar, psikologi perkembangan,2005,Jakarta, PT. Rineka cipta
Suryobroto, sumadi, psikologi perkembangan edisi IV, 1990, Yogyakarta, Rake sarasin
Syah, muhibbin, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, 2000, Bandung, PT. Remaja rosdakarya
://female.kompas.com/read/2011/02/13/05354263/mengapa.pendidikan.anak.usia.dini.penting.

Komentar