Loading...

Minggu, 10 Juni 2012

Sistem Perencanaan Pendidikan Agama Islam

TUGAS
Sistem Perencanaan Pendidikan Agama Islam

logo Muhammadiyah UMSB

DI SUSUN OLEH:
musli afrizona rahmad

DOSEN PEMBIMBING
Sanah M.A


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMDIYH SUMATRA BARAT
1432 H / 2011 M     

PENDAHULUAN

Di era global seperti sekarang ini, persoalan pokok yang dihadapi adalah bagaimana cara menyiapkan sumber daya manusia yang modern dan (sekaligus) religius. Di mana ia selalu tanggap terhadap perubahan yang ada di sekitarnya dan berusaha mengejawantahkan hasil pemikirannya, yakni perpaduan antara religiuitas dan intelektualitas sehingga menghasilkan sebuah ide yang dinamis. Profil manusia semacam itu akan selalu berusaha mengadakan perubahan-perubahan kondisi-kondisi atau dogma-dogma yang telah usang dengan mengkondisikan dengan keadaan yang ada dan di mana ia berada, sehingga menghasilkan sesuatu peradaban yang unggul. Dalam mewujudkan manusia-manusia yang unggul semacam itu tidak terlepas daripada bagaimana pencetakan manusia semacam itu tercapai. Hal ini tidak terlepas daripada pendidikan agama sebagai fondasi cara mereka berpikir, berperilaku serta bagaimana ia menyelesaikan suatu persoalan. Pendidikan juga tidak akan berhasil apabila tidak memperhatikan faktor-faktor yang menurut Fuad Ikhsan disebut ada enam, yakni tujuan, pendidikan, peserta didik, materi pendidikan, metode yang digunakan serta sistem dari pendidikan itu sendiri.
Begitu juga dengan sistem pendidikan islam, tidak hanya terfokus pada metode saja tapi juga memiliki berbagai aspek penting, berikut akan pemakalah unraikan secara terperinci.








PEMBAHASAN
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SISTEM

A.    Pengertian Pendidikan Islam
1.      Definisi Pendidikan Menurut para Ahli
Defenisi pendidikan menurut para ahli diantaranya adalah : Menurut Juhn Dewex, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dia hidup (A. Yunus, 1999 : 7) Menurut Frederick J. MC. Donald, Pendidikan adalah suatu  proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabi’at (behaviour). Manusia yang dimaksud dalam behaviour adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
2.      Definisi Pendidikan menurut Islam
Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori-teori tentang pendidikan. Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori (Nur Uhbiyati, 1998). Dalam al-Qur’an tidak ditemukan kata al-tarbiyah, namun terdapat istilah lain seakar dengannya, yaitu al-rabb, rabbayani, murobbu, yarabby dan rabbaniy. Sedangkan dalam hadis hanya ditemukan kata rabbany. Menurut Abdul Mujib masing-masing tersebut sebenarnya memiliki kesamaan makna, walaupun dalam konteks tertentu memiliki perbedaan. Istilah lain dari pendidikan adalah ta’lim merupakan masdar dari kata a’ilama yang berarti pengajaran yang bersifat pemberian  atau penyampaian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :   
”Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. Al Baqarah ayat 31) 
B.     PENDEKATAN DALAM SISTEM PENDIDIKAN
1.      Pendidikan Sebagai Sistem
Sistem pendidikan nasional Indonesia merupakan subsistem dari pembangunan nasional, system pendidikan nasional Indonesia mempunyai peran utama dalam mengelola pembangunan dan membina sumber daya manusia sebagai kekuatan sentral dalam proses pembangunan. Melalui pendidikan, manusia Indonesia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hidup lahir dan batin,dan meningkatkan peran sebagai pribadi, pegawai atau karyawan, warga masyarakat, warga Negara dan makluk Tuhan. Pembinaan tentang pendidikan tidak terlepas dari  sudut pandang yang digunakan. Penekatan sistem merupakan suatu cara yang memandang  pendidikan yang menyeluruh dan sistematik. Pendidikan sebagai suatu  sisten merupakan kesatuan  yang utuh, dengan bagian-bagiannya yang berinteraksi satu sama lain.
2.      Pendekatan Sistem dan Pendidikan.
Pendidikan dapat didepenisikan sebagai suatu sistem yang utuh dengan bagian-bagian yang berinteraksi  satu sama lain. Dalam hal ini pendidikan adalah satu kesatuan yang utuh. sistem secara sederhana dapat diartikan sebagai satu kesatuan dari berbagai elemen atau bagian-bagian yang mempunyai berhubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk mencapai hasil yang diharapkan (Mudyaharjo, 1993). Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai  satu keseluruhan karya insani yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai tujuan akhir.
3.      Masukan Bagi sistem Pendidikan.
Pendidikan sebagai suatu sistem memperoleh masukan dari supra sistem dan memberi hasil (keluar) bagi supra sistem.Masukan yang diperoleh dari supra sistem terdiri dari tata nilai cita- cita dan norma-norma yang terdapat dalam masyarakat, orang yang akan menjadi mahasiswa, guru atau dosen, dan personalia dalam pendidikan, dan materi (perangkat keras dan biaya) pendidikan. Dalam sistem pendidikan, masukan-masukan dari supra sistem diorganisasi dan dikelola dengan pola tertentu menjadi subsistem yang mempunyai hubungan untuk mencapai suatu tujuan, Menurut   Coombos (oleh Mudyono, 1993), ada 12 subsistem dalam pendidikan yaitu:
a.       Tujuan
b.      Murid atau siswa
c.       Manajemen
d.      Struktu dan jadwal waktu
e.       Materi
f.       Tenaga pengajar dan pelaksana
g.      Alat Bantu belajar.

4.      Proses Dalam Sistem Pendidikan
 Proses  pendidikan  adalah proses transpormasi atau perubahan kemampuan potensi individu peserta didik (dalam hal ini mahasiswa) menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Proses pendidikan berlansung dimana saja , tidak hanya dalam sekolah atau dikampus.Berdasarkan pengorganisasian proses pendidikan, maka pendidikan dapat terjadi dengan adanya dosen, guru, tutor, pembimbing, fasilitas, atau tampa adanya unsur tenaga pengajar, seperti misalnya kasus mahasiswa belajar mandiri.
5.      Hasil dari Sistem Pendidikan
Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik adalah tujuan pendidikan. Artinya.lulus yang sudah terdidik adalah lulus yang sudah melalui proses pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan. Jika digunakan criteria taksonomi Blooms maka lulusan yang sudah terdidik yang dimaksud adalah orang yang mengalami proses pendidikan sudah mengalami perubahan dan peningkatkan mutu kemampuan, pengetahuan dan keterampilan baik dari segi kooknitif, psikomotor maupun afektf.
6.      Pendidikan Islam Sebagai Suatu Sistem
Pada umumnya sistem mempunyai cirri-ciri sebagai berikut;
a.       Terdiri dari unsur-unsur yang saling berkaitan (interpendent) antara satu sama lain
  1. Beroriontasi kepada tujuan (goal oriented) yang telah ditetapkan
  2. Didalamnya terdapat peraturan-peraturan tata tertib berbagai kegiatan dan sebagainya.

KESIMPULAN

Sistem adalah suatu kesatuan yang masing-masing berdiri sendiri tetapi saling berkaitan satu dengan yang lainya, sehingga terbentuk suatu kebulatan yang utuh dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Serta proses  pendidikan merupakan proses transpormasi atau perubahan kemampuan potensi individu peserta didik (dalam hal ini mahasiswa) menjadi kemampuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnya lahir dan batin. Sistem pendidikan nasional Indonesia merupakan subsistem dari pembangunan nasional, system pendidikan nasional Indonesia mempunyai peran utama dalam mengelola pembangunan dan membina sumber daya manusia sebagai kekuatan sentral dalam proses pembangunan. Melalui pendidikan, manusia Indonesia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hidup lahir dan batin,dan meningkatkan peran sebagai pribadi, pegawai atau karyawan, warga masyarakat, warga Negara dan makluk Tuhan.













DAFTAR PUSTAKA

Lubis Yusrizal Wahab, Sistem Perencanaan Pendidikan Agama Islam,Padang: Haufa Press, 2005
Langgulung Hasan, Manusia dan Pendidikan, Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan,Jakarta: Pustaka Al-husna, 1989


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar