Loading...

Sabtu, 12 Mei 2012

hadis tentang kejujuran


PEMBAHASAN

A.       Pentingnya Kejujuran dan Kejujuran Membawa Kebaikan
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا ، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا .»
Terjemahnya:
“Usman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan pula kepada kami dari Mansur, dari Abi Wail, dari Abdullah, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Sungguh, kejujuran itu menunjukkan jalan kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Seseorang dapat dinilai jujur bila ia (benar-benar) mengimplementasikan nilai kejujuran tersebut. Sebaliknya, kebohongan itu menunjukkan jalan kesesatan dan kesesatan itu mengantarkan ke neraka. Karenanya, seseorang yang seringkali berbohong, hingga ia dicatat di sisi Allah swt. sebagai pembohong.

Pemahaman pemakalah tentang hadist di atas, bahwa perbuatan jujur adalah sifat yang sangat di sukai/senangi oleh Allah SWT, karena kejujuran itu salah satu jalan untuk berbuat kebaikan. Dengan kejujuran semua umat manusia pasti akan damai, tidak ada salah paham di antara sesama, tidak ada koropsi-koropsi dan sifat-sifat yang menyebabkan permusuhan karena ketidakjujuran. Tetapi sifat kejujuran di zaman sekarang ini sangat sulit untuk di dapati, orang yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi orang lain, bawahan maupun rakyatnya justru memberikan contoh yang sangat tidak baik. Dimana-mana korupsi merajalela, baik dari unsur pemerintahan maupun dari masyarakat, sifat ketidakjujuran ini akan membawa kesengsaraan kepada seluruh umat manusia.

Rasulullah saw. Telah memberikan kabar gembira kepada umat manusia tentang kejujuran ini bahwa dengan kejujuran kita akan di antarkan ketempat yang sangat di ingin kan semua manusia yaitu surga. Apa yang di katakan rasulullah tersebut bukan hanya ucapan yang di buat-buat nya melainkan dari Allah SWT, Apa yang di katakan Allah SWT adalah sebuah janji kepada umat nya.

Allah SWT memberikan kita dua pilihan ini yaitu surga dan neraka, untuk mencapai salah satu di antara kedua nya allah telah memberikan jalan kepada kita. Dari hadist di atas Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita untuk mendapatkan surga harus memiliki kejujuran karena kejujuran tersebut jalan kebaikan, dan kebaikan itu lah yang akan mengantarkan kita ke Surga. Jika tidak memiliki sifat jujur tersebut sudah jelas termasuk kepada orang yang pembohong, dan pembohong itu jalan kesesatan dan kesesatan tersebut mengantarkan ke Neraka.

Dari pemahaman hadist diatas bahwasanya kejujuran adalah sifat yang sangat disenangi oleh Allah SWT, dan kebohongan adalah sifat yang di benci oleh Allah SWT. Adapun tantangan dari kedua hal tersebut yaitu surga dan neraka. Setelah memahami hadist di atas marilah kita intropeksi diri sendiri.

B.       Keterangan Hadist

a.         Sanat             :  Abdullah bin Mas’ud
b.         Matan            :  kejujuran itu menunjukkan jalan kebaikan
c.         Perawi           :  Al-Bukhari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar